Update, Bone-Rapat evaluasi kinerja yang digelar di Kantor Kelurahan Manurungge mendadak berubah menjadi ricuh. Agenda yang semula difokuskan pada evaluasi kinerja satgas, kepala lingkungan, dan MBG, justru memicu perdebatan panas antar peserta rapat.
Kericuhan bermula saat Kepala Lingkungan Matajang II, Andi Suardi, secara tiba-tiba mengusulkan pelaksanaan pemilihan kepala lingkungan. Usulan tersebut dinilai janggal, mengingat tidak ada persoalan mendesak ataupun kekosongan jabatan di tingkat kepala lingkungan.
Situasi semakin memanas ketika Lurah Manurungge langsung menyetujui usulan tersebut dan bahkan menyatakan rencana pemilihan akan dilakukan untuk seluruh kepala lingkungan yang ada. Keputusan itu sontak menuai penolakan dari sejumlah peserta rapat.
Sedikitnya empat kepala lingkungan secara tegas menyatakan tidak setuju. Mereka menilai keputusan tersebut diambil secara sepihak tanpa melalui musyawarah atau kesepakatan bersama. Selain itu, mereka juga mempertanyakan urgensi pemilihan yang dinilai tidak memiliki dasar yang jelas.
Penolakan ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, empat kepala lingkungan yang sama juga sempat memprotes kebijakan lurah terkait pemecatan sejumlah anggota satgas. Mereka menilai anggota satgas yang diberhentikan selama ini telah menjalankan tugasnya dengan baik dan tidak layak diberhentikan.
Salah satu narasumber, Hajjah Berlian selaku Kepala Lingkungan Matajang I, menegaskan bahwa keputusan yang menyangkut kepentingan bersama seharusnya dibahas secara terbuka dan melibatkan seluruh pihak.
Menurutnya, langkah sepihak seperti ini justru berpotensi menimbulkan konflik di tengah masyarakat serta merusak tatanan kerja yang selama ini sudah berjalan.
Hingga rapat berakhir, belum ada kesepakatan yang dicapai. Suasana yang sempat memanas mencerminkan adanya ketegangan serius antara pihak Kelurahan Manurungge dan sejumlah kepala lingkungan terkait arah kebijakan yang dinilai tidak transparan dan minim koordinasi.


















