Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadlinePolitikRagam

JK Bongkar Isi Pertemuan di Istana: Indonesia Terlalu Ikut Amerika?

54
×

JK Bongkar Isi Pertemuan di Istana: Indonesia Terlalu Ikut Amerika?

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jusuf Kalla Sebut Donald Trump “Sakit Jiwa”, Kritik Kebijakan Perang Amerika Serikat

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, melontarkan pernyataan keras terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di tengah memanasnya konflik Timur Tengah.

Pernyataan itu disampaikan JK dalam acara Ngobrol Seru bersama Pemimpin Redaksi IDN Times, Uni Lubis, di kediamannya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026).

Example 300x600

Menurut JK, kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Trump dinilai terlalu agresif dan cenderung memicu peperangan. Bahkan, Trump disebut sebagai figur yang “sakit jiwa” karena dianggap gemar mencari alasan untuk menyerang negara lain.


AS Dinilai Selalu Mencari Alasan untuk Menyerang

JK menyatakan bahwa Amerika Serikat kerap mencari pembenaran untuk melancarkan serangan militer. Kebijakan ofensif disebut terus dipertahankan.

Konflik terbaru yang melibatkan Iran disebut sebagai contoh nyata bagaimana eskalasi dapat dipicu dengan cepat. Serangan udara gabungan dilakukan lebih dulu, kemudian balasan diluncurkan. Ketegangan pun meningkat dalam hitungan jam.

Menurut JK, tidak ada Presiden Amerika sebelumnya yang dinilainya memiliki kecenderungan seperti Trump. Keputusan diambil secara instan. Kebijakan dibuat berdasarkan insting pribadi. Diplomasi dianggap kurang diutamakan.

Pola kepemimpinan seperti itu dinilai berbahaya bagi stabilitas global.


Isi Pertemuan Prabowo dengan Tokoh Nasional di Istana

JK juga mengungkap isi pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dengan sejumlah mantan presiden, mantan wakil presiden, serta tokoh partai politik di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (3/3/2026) malam.

Pertemuan tersebut membahas situasi geopolitik global, terutama perkembangan konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat. Informasi strategis disampaikan. Pandangan Indonesia terhadap konflik juga dijelaskan.

Langkah Indonesia untuk bergabung dalam forum Board of Peace (BoP) turut dibahas. Forum itu disebut sebagai opsi diplomatik untuk menghentikan konflik, meski hanya sementara.

Keputusan tersebut mendapat beragam tanggapan. Namun, penghentian konflik jangka pendek dinilai tetap penting demi mencegah eskalasi lebih luas.


Perjanjian Resiprokal Indonesia-AS Jadi Sorotan

Dalam diskusi itu, JK turut menyoroti perjanjian resiprokal yang telah diteken Indonesia dengan Amerika Serikat. Perjanjian tersebut dinilai tidak seimbang.

Hak Amerika disebut jauh lebih besar dibanding Indonesia. Ketidakseimbangan itu dianggap dapat membatasi ruang gerak pemerintah dalam menyampaikan sikap terhadap Iran.

“Presiden sudah terikat,” kata JK.

Ia menegaskan bahwa persoalan tarif seharusnya tidak menjadi alasan Indonesia untuk terlalu mengikuti kebijakan Amerika. Tarif dinilai bukan faktor yang krusial bagi kepentingan nasional.

Meski demikian, peluang penyesuaian terhadap perjanjian tersebut masih diharapkan terbuka, terutama jika terdapat perkembangan hukum baru di Amerika Serikat.


Dampak Konflik AS-Iran bagi Indonesia

Selain aspek diplomasi, JK juga menyinggung dampak ekonomi apabila konflik AS-Iran terus berlanjut. Stabilitas harga energi berpotensi terganggu. Pasokan BBM bisa terdampak jika jalur distribusi global terganggu.

Ketergantungan terhadap dinamika geopolitik global kembali disorot. Indonesia disebut harus menjaga keseimbangan sikap. Diplomasi aktif dinilai menjadi kunci di tengah tekanan kepentingan global.

Pernyataan keras JK terhadap Trump pun memicu kontroversi. Kritik tersebut memperlihatkan adanya kekhawatiran terhadap arah kebijakan global dan posisi Indonesia di tengah pusaran konflik besar.

Example 300250
Example 120x600