Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadlineInternasional

Gelombang Serangan ke-28 Iran Mengguncang Timur Tengah, Rudal Kheibar Targetkan Tel Aviv

73
×

Gelombang Serangan ke-28 Iran Mengguncang Timur Tengah, Rudal Kheibar Targetkan Tel Aviv

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Iran Gunakan Rudal Generasi Baru dalam Serangan Terbaru

Ketegangan militer di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran meluncurkan gelombang serangan terbaru terhadap target Israel dan aset militer Amerika Serikat di kawasan.

Example 300x600

Korps Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) pada Ahad (8/3/2026) mengumumkan penggunaan rudal generasi baru dalam Operasi Janji Setia 4.

Serangan tersebut disebut sebagai gelombang ke-28 dari operasi militer yang dilancarkan Iran sebagai balasan terhadap serangan yang sebelumnya dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip oleh Al Mayadeen, IRGC menyatakan bahwa mereka menggunakan rudal balistik terbaru yang dilengkapi hulu ledak berdaya hancur besar.

Rudal tersebut menargetkan sejumlah lokasi strategis di wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika di kawasan Timur Tengah.


Rudal Kheibar Jadi Senjata Andalan Iran

Dalam serangan terbaru itu, Iran mengerahkan rudal balistik Kheibar Shekan, yang disebut sebagai salah satu sistem persenjataan paling canggih dalam arsenal militer negara tersebut.

Versi terbaru rudal ini diklaim memiliki hulu ledak yang jauh lebih berat dibanding generasi sebelumnya.

Rudal Kheibar dilaporkan diarahkan ke beberapa wilayah strategis di Israel, termasuk kota Tel Aviv dan kawasan Bir al-Sabe yang juga dikenal sebagai Beersheba.

Selain wilayah Israel, target lain yang disebut terkena dampak adalah infrastruktur militer di Pangkalan Udara Al-Azraq di Yordania.

Serangan ini menunjukkan bahwa Iran tidak hanya menargetkan wilayah Israel, tetapi juga instalasi militer yang terkait dengan operasi Amerika di kawasan.


IRGC: Serangan Akan Terus Diperluas

Dalam pernyataan resminya, IRGC menegaskan bahwa operasi militer Iran masih akan terus berlanjut.

Bahkan skala serangan disebut akan meningkat dalam beberapa jam dan hari ke depan.

Langkah tersebut disebut sebagai respons langsung terhadap apa yang dianggap sebagai agresi militer dari Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran.

Para pejabat militer Iran juga memberikan sinyal bahwa negara tersebut siap melanjutkan konflik dalam jangka waktu yang lebih panjang.


Komandan Iran Ancam Musuh Akan Menyesal

Pernyataan keras datang dari komandan Markas Besar Khatam al-Anbiya Central Headquarters, Ali Abdollahi Aliabadi.

Ia menegaskan bahwa Iran akan terus melancarkan tekanan militer hingga pihak lawan menyerah.

Menurut Aliabadi, kemampuan militer Iran saat ini jauh lebih maju dibandingkan sebelumnya.

Ia juga menyebut bahwa teknologi rudal dan drone Iran memiliki tingkat presisi yang tinggi serta fleksibilitas operasional yang besar.

Aliabadi bahkan menyindir pihak lawan yang mencoba menghitung jumlah rudal Iran.

Menurutnya, pihak lawan akan mengetahui jumlah sebenarnya ketika rudal-rudal tersebut digunakan di medan perang.

Ia menegaskan bahwa Iran bukan negara yang hanya mengeluarkan retorika politik.

Sebaliknya, Iran disebut akan selalu membalas setiap serangan yang ditujukan kepadanya.


Iran Klaim Serang Kilang Minyak Israel

Dalam perkembangan lain, IRGC juga mengumumkan bahwa mereka berhasil menargetkan pusat penyulingan minyak milik Israel di kota Haifa.

Serangan tersebut dilakukan menggunakan rudal Kheibar Shekan.

Target tersebut dipilih sebagai balasan terhadap serangan Israel yang sebelumnya menghantam fasilitas penyimpanan minyak Iran di Teheran.

Menurut pernyataan IRGC, serangan itu merupakan bagian dari gelombang ke-27 Operasi Janji Setia 4.

Serangan dilakukan dengan kombinasi rudal balistik dan drone yang diarahkan ke berbagai target militer milik Amerika Serikat dan Israel.


Drone Iran Serang Target AS di Dubai

Selain rudal balistik, Iran juga menggunakan drone tempur dalam operasi militer tersebut.

IRGC menyatakan bahwa drone mereka berhasil menghantam target militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Marina di Dubai, Uni Emirat Arab.

Target tersebut disebut berada di dekat gedung Warner Bros..

Serangan drone ini menunjukkan bahwa Iran menggabungkan berbagai jenis persenjataan dalam strategi militernya.

Kombinasi rudal balistik dan drone memungkinkan serangan dilakukan dari berbagai arah sekaligus.


Iran Punya Stok Rudal Terbesar di Timur Tengah

Kemampuan rudal Iran memang telah lama menjadi perhatian komunitas internasional.

Menurut laporan Office of the Director of National Intelligence milik Amerika Serikat, Iran merupakan negara dengan stok rudal balistik terbesar di Timur Tengah.

Rudal-rudal tersebut memiliki jangkauan hingga sekitar 2.000 kilometer.

Jarak tersebut cukup untuk menjangkau hampir seluruh wilayah Israel dari wilayah Iran.

Selain itu, jangkauan tersebut juga memungkinkan Iran menargetkan berbagai pangkalan militer Amerika yang tersebar di kawasan Timur Tengah.


Timur Tengah Kembali di Ambang Eskalasi Besar

Eskalasi militer yang terus meningkat membuat kawasan Timur Tengah kembali berada dalam situasi yang sangat tegang.

Serangan rudal dan drone yang saling dilancarkan antara Iran, Israel, dan sekutunya berpotensi memicu konflik yang lebih luas.

Jika eskalasi terus berlanjut, konflik ini dapat berkembang dari konfrontasi terbatas menjadi perang regional yang melibatkan lebih banyak negara.

Kawasan Timur Tengah sendiri memiliki sejarah panjang konflik yang sering kali berdampak pada stabilitas global.

Selain faktor militer, konflik di kawasan ini juga berhubungan erat dengan jalur energi dunia, politik regional, serta rivalitas kekuatan besar.

Karena itu, setiap eskalasi militer di wilayah ini selalu mendapat perhatian serius dari komunitas internasional.

Example 300250
Example 120x600