Korea Utara Uji MLRS Super Besar KN-25
Pemerintah Korea Utara kembali melakukan uji tembak peluncur roket multilaras (MLRS) berdiameter 60 cm yang telah ditingkatkan untuk sistem KN-25. Uji coba dilakukan pada 27 Januari 2026 dengan menembakkan sedikitnya lima proyektil dalam dua gelombang ke arah Laut Timur.
Peluncuran tersebut disaksikan langsung oleh pemimpin negara itu, Kim Jong-un, yang hadir bersama putrinya.
Proyektil diluncurkan berurutan.
Dua gelombang tembakan dilepaskan.
Laut Timur menjadi sasaran uji coba.
Jangkauan Hingga 400 Kilometer
Kepala Staf Gabungan Korea Selatan melaporkan bahwa roket artileri berpemandu tersebut menempuh jarak antara 350 hingga 400 kilometer.
Media pemerintah Korean Central News Agency mengutip pernyataan Kim yang menyebut sistem ini mengalami peningkatan mobilitas dan akurasi. Kemampuan panduan serta ketahanan terhadap gangguan elektronik lawan juga disebut telah ditingkatkan.
Klaim tersebut belum diverifikasi secara independen.
Namun pesan strategisnya jelas.
Pyongyang ingin menunjukkan daya gentarnya.
Platform dan Kapasitas Serangan
KN-25 menggunakan kendaraan beroda rantai. Varian lain memakai truk 8×8 berpenggerak penuh. Sistem peluncur terdiri dari dua baris tabung, masing-masing dua peluncur di bagian belakang kendaraan.
Sistem ini dirancang untuk menyerang target militer dan infrastruktur penting di wilayah Korea Selatan. Lapangan udara, pusat komando, gudang logistik, hingga instalasi radar dapat menjadi sasaran dalam satu salvo.
Roket dipandu dengan sistem navigasi inersia dan kemungkinan dukungan satelit. Tingkat akurasi diklaim tinggi. Efek destruktif dalam serangan salvo disebut signifikan.
Pesan Strategis yang Sulit Diabaikan
Pada 3 Mei 2025, Kim Jong-un telah mengunjungi fasilitas produksi massal KN-25 di lokasi yang dirahasiakan. Uji coba terbaru ini mempertegas bahwa sistem tersebut bukan sekadar proyek eksperimental.
Setiap uji coba senjata di Semenanjung Korea selalu membawa pesan politik. Setiap peningkatan jarak tempuh memperluas cakupan ancaman. Setiap klaim “terkuat di dunia” adalah sinyal yang sengaja dikirim.
Dan seperti biasa, kawasan kembali diminta menahan napas.
















