Update, Soppeng– Suasana hangat penuh kekeluargaan mewarnai acara Halal Bihalal Kerukunan Keluarga Soppeng (KKS) 1447 Hijriah/2026 yang digelar di Four Points by Sheraton Makassar, Jumat (27/3). Namun, di balik nuansa silaturahmi yang kental, sebuah momen menarik justru mencuri perhatian para tamu yang hadir.
Dalam sebuah foto yang beredar, tampak Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, tengah bersalaman dengan Ketua DPRD Soppeng, Andi Muhammad Farid. Sekilas, interaksi tersebut terlihat sebagai bagian dari tradisi saling bermaafan dalam momentum Halalbihalal. Namun, jika dicermati lebih dalam, gestur yang tertangkap kamera justru menghadirkan kesan berbeda.
Jabat tangan keduanya memang terjalin dalam balutan formalitas, tetapi ekspresi yang terlihat cenderung kaku. Bahkan, Bupati Suwardi Haseng tampak tidak melakukan kontak mata secara langsung saat bersalaman, memunculkan kesan adanya jarak komunikasi di antara keduanya.
Padahal, Halalbihalal KKS merupakan ajang yang sarat makna, bertujuan mempererat tali persaudaraan dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Bugis seperti *sipakatau* (saling memanusiakan) dan *sipakalebbi* (saling menghargai), khususnya bagi warga Soppeng di perantauan.
Momen ini pun sontak memicu berbagai spekulasi di kalangan tamu undangan. Tidak sedikit yang mempertanyakan apakah gestur tersebut sekadar kebetulan yang tertangkap kamera, atau justru mencerminkan dinamika hubungan antara pihak eksekutif dan legislatif di Kabupaten Soppeng yang tengah mengalami ketegangan.
Terlepas dari berbagai tafsir yang berkembang, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa dalam dunia politik dan kehidupan sosial, bahasa tubuh sering kali menyampaikan pesan yang lebih dalam dibandingkan simbol formal seperti jabat tangan.


















